Lazis Khoiru Ummah

Bagaimana Hukum Sedekah Qurban yang Benar dalam Islam?

Qurban menjadi amalan dambaan setiap muslim. Selain hanya bisa ditunaikan setahun sekali, balasan berqurban pun begitu besar. Dari banyaknya cara untuk menunaikannya, umat Islam perlu tahu hukum sedekah qurban.

Dalam kehidupan masyarakat modern, sedekah qurban menjadi satu cara dalam pelaksanaan ibadah qurban. Sebagai cara yang terhitung baru, akhirnya tidak sedikit yang salah dalam memahaminya.

Umat Islam perlu berhati-hati, pasalnya suatu cara yang ditempuh dalam beramal akan berpengaruh pada keabsahan. Bukankah amalan hanya akan mendapatkan balasan ketika dilaksanakan dengan ikhlas dan sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Rasulullah?

Apa Itu Sedekah Qurban?

Hewan untuk qurban, Sumber: pekanbaru.go.id
Hewan untuk qurban, Sumber: pekanbaru.go.id

Ibadah qurban merupakan kewajiban setiap muslim yang berkelapangan. Pelaksanaannya pun telah ditentukan yaitu di hari Idul Adha dan hari tasyrik

Dengan demikian, tuntunan ini berlaku untuk individu muslim. Meskipun pelaksanaannya boleh menyertakan anggota keluarga sebagaimana yang telah dilakukan Rasulullah.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhuma beliau berkata yang artinya,

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berqurban dengan dua domba gemuk yang bertanduk, salah satunya untuk diri beliau dan keluarganya serta yang lain untuk orang yang tidak berqurban dari umatnya”. (HR Ibnu Majah No. 3122)

Maka qurban hukumnya berdiri sendiri, sedangkan sedekah berdiri sendiri. Tidak dibenarkan sekelompok orang Islam mengumpulkan uang sedekah sesuai kemampuan, lalu disatukan untuk membeli hewan dan diqurbankan.

Namun, solusi yang ditawarkan oleh berbagai lembaga filantropi maksudnya bukan seperti itu. Sebagai sebuah solusi, tentu sedekah qurban telah dipertimbangan sedemikian rupa utamanya dalam segi syariat.

Maksud dari sedekah qurban adalah sebuah kesempatan yang diberikan kepada muslim yang berkemampuan untuk menyedekahkan hewan qurban kepada muslim yang lain. Pasalnya, saat ini banyak umat Islam yang ingin berqurban namun kesulitan membeli hewan qurban. 

Harapannya dengan sedekah qurban ini, setiap muslim yang ingin qurban bisa menunaikannya. Sedangkan yang menyedekahkan hewan untuk qurban akan mendapatkan keutamaan sedekah.

Hukum Sedekah Qurban

Bersedekah untuk membantu sesama muslim berqurban, Sumber: sadaalomma.com
Bersedekah untuk membantu sesama muslim berqurban, Sumber: sadaalomma.com

Meskipun telah memiliki ketetapan dalam aturan dan waktu, nyatanya tetap ada kelonggaran dalam berqurban. Qurban dapat dilakukan sendiri jika mampu, tetapi bisa juga menggunakan bantuan panitia penyembelihan hewan qurban seperti di masjid. Dan jika ingin lebih berkesan, bisa memanfaatkan layanan lembaga seperti Laziskhu.

Selain itu, keringanan juga ada dalam pemenuhan pengadaan hewan qurban. Jika merasa berat mengadakan hewan qurban secara mandiri, cara patungan pun bisa ditempuh.

Dari sahabat Ibnu ‘Abbas beliau berkata yang artinya,

Kami pernah bepergian bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kebetulan dalam perjalanan hari raya Idul Adha (yaumun nahr) datang. Maka kami patungan membeli sapi sebanyak tujuh orang untuk diqurbankan”. (HR Al-Hakim)

Berdasarkan riwayat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa keringanan dalam berqurban bisa digunakan umat Islam untuk menunaikannya. Dengan catatan, cara yang ditempuh tidak menyelisihi aturan syariat serta sama-sama sepakat dalam keikhlasan.

Sedekah qurban tidak menyelisihi syariat Islam. Pasalnya nama shohibul qurban tetaplah seorang individu. Meskipun dirinya mendapatkan hewan qurban dari hasil sedekah sesama muslim. 

Sedekah qurban yang digagas lembaga filantropi tujuannya untuk memudahkan sesama muslim menunaikan ibadah qurban. Caranya dengan menjembatani muslim yang mampu untuk menyedekahkan hewan qurban pada muslim yang kurang mampu. Para ulama memandang, hukum sedekah qurban semacam ini benar dan boleh untuk dilakukan.

Sedekah Qurban yang Benar

Keikhlasan dalam bersedekah kurban, Sumber: sedekahharian.com
Keikhlasan dalam bersedekah kurban, Sumber: sedekahharian.com

Cara yang disediakan oleh lembaga filantropi hanyalah sebagai alternatif. Sebagai sebuah lembaga, selain menjunjung tinggi amanah juga lebih cermat dalam hal dokumentasi. Dalam penyaluran pun akan mengutamakan skala prioritas.

Tetapi masih ada cara sedekah qurban lain yang bisa ditempuh kaum muslim, dan cara ini tetap dalam kebenaran. 

Jika memiliki teman yang saling percaya, sedekah qurban dapat ditempuh dengan mengumpulkan sedekah bersama-sama hingga uang cukup untuk membeli hewan qurban. Saat hewan qurban akan disembelih, shahibul qurban diatasnamakan salah satu orang diantara mereka.

Keikhlasan dan saling tolong menolong dalam kebaikan adalah prinsip dari cara ini. Meskipun nantinya hanya shahibul qurban yang mendapat pahala qurban, yang lain pun tetap akan mendapatkan pahala sedekah qurban.

Tetapi ikhlas itu ada dalam hati. Sehingga ikhlas tidaknya seseorang tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Dan hati manusia rentan terhadap serangan penyakit hati. Hanya orang-orang beriman dan bertakwa yang benar-benar bisa melakukannya.

Terlebih alasan utama sulitnya seseorang menunaikan ibadah qurban disebabkan faktor keterbatasan ekonomi. Tentu pada umumnya, orang akan lebih mengutamakan kecukupan kebutuhan keluarga daripada memberikannya sebagai sedekah untuk orang lain.

Maka saat cara ini sulit untuk dilakukan, umat Islam bisa menempuh cara lain seperti patungan qurban maupun arisan qurban. Dengan arisan qurban sejatinya semua akan bisa berqurban sesuai dengan gilirannya.

Qurban Mudah Bersama Laziskhu

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sedekah qurban boleh dilakukan. Baik dengan cara bersedekah bersama untuk diberikan kepada satu shahibul qurban atau sedekah antar individu. 

Tetapi jika tidak mau ribet dalam pengurusannya, sedekah qurban dapat disalurkan melalui lembaga filantropi. Laziskhu sendiri telah menyediakan layanan qurban online yang bisa diakses dengan mudah menggunakan smartphone.

Penyelenggaraan qurban yang dilakukan oleh Laziskhu selain mengacu pada syariat Islam, juga mempertimbangkan prioritas. Dari data yang telah terkumpul, qurban akan diselenggarakan pada daerah yang memang jarang menyelenggarakannya.

Dengan demikian hasil penyembelihan pun akan lebih bermanfaat saat diterima yang lebih membutuhkan. Terlebih jika yang menerima memang jarang mengonsumsi daging, bahkan setahun sekali.

Mari bersama-sama menegakkan syariat Allah di bumi. Apalagi selain sebagai ibadah spiritual, qurban juga memiliki implikasi sosial. Keikhlasan saat menunaikannya akan mengundang Ridho Allah serta keberkahan hidup. Dan membahagiakan sesama muslim memiliki pahala tersendiri.