Lazis Khoiru Ummah

LOGO LAZ KHOIRU UMMAH

Ikhlas dalam Bersedekah, Bagaimana Mengupayakannya?

Untuk mendapat pahala dan keutamaan, setiap muslim sebaiknya ikhlas dalam bersedekah. Namun, sebagai amalan hati, ikhlas bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan cara tertentu agar keikhlasan selalu ada dalam hati ketika tangan memberikan sedekah.

Perkara hati memang murni hanya Allah dan pemiliknya yang memahami. Sebab tidak sedikit yang terlihat senang ketika mengeluarkan sedekah, namun hatinya mengingkari. Dan banyak pula yang semangat waktu bersedekah, tetapi setelahnya hati merasa menyesal.

Nah, bagaimanakah cara untuk mendapatkan hati yang senantiasa ikhlas dalam bersedekah? 

Keadaan Hati Manusia

Ikhlas dalam bersedekah, Sumber: laduni.id
Ikhlas dalam bersedekah, Sumber: laduni.id

Keadaan hati manusia menjadi faktor utama yang mempengaruhi keikhlasan. Hati yang bersyukur lebih dekat kepada keikhlasan. Sedangkan hati yang ingkar akan jauh dari hal tersebut.

Maka, cara ikhlas dalam bersedekah dimulai dari bersyukur pada setiap keadaan. Baik keadaan yang disenangi, maupun yang tidak disenangi. Meskipun pada dasarnya keadaan hati manusia selalu dalam ketidakpastian.

Untuk mendapatkan ketetapan hati, Rasulullah senantiasa mengajarkan sebuah doa,

اللَّهُمَّ مُصَرَّفَ الْقُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنِا عَلَى طَاعَتِكَ

Ya Allah yang membolak-balikan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan kepadaMu”. (HR Muslim)

Dari doa tersebut memberikan penjelasan bahwa hati setiap manusia itu senantiasa berbolak-balik. Terkadang saat bersedekah hati merasa ikhlas. Namun ketika teringat, muncul penyesalan. Hal yang semacam ini perlu diperhatikan, sebab sedekah yang tidak diterima karena adanya banyak faktor.

Kiat Mengupayakan Keikhlasan

Melihat keadaan hati yang demikian, setiap muslim perlu mengupayakan kiat tertentu agar bisa ikhlas saat bersedekah. Dan berikut adalah beberapa kita yang bisa dilakukan:

1. Mengingat Kenikmatan

Langkah utama yang sebaiknya dilakukan adalah dengan selalu mengingat kenikmatan. Sebab segala sesuatu yang ada dalam hidup ini esensinya adalah kenikmatan. Baik itu yang disenangi manusia seperti harta, maupun yang dibenci oleh manusia seperti musibah.

Saat dalam benak yang ada hanyalah kenikmatan, maka akan memunculkan rasa syukur. Terlebih jika dalam mengingat kenikmatan juga mengingat yang memberi kenikmatan, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Saat bersyukur sudah menjadi kebiasaan, maka untuk sedekah menjadi lebih ringan. Dan hati pun menjadi lebih ikhlas. Sebab bukti dari rasa syukur seorang muslim adalah dengan mengeluarkan sedekah. Dampaknya pun begitu besar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7 yang artinya,

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka pasti nikmatKu sangat pedih”.

2. Meyakini Janji Allah

Agar bisa ikhlas dalam bersedekah, setiap muslim sebaiknya terus mengingat akan janji Allah pada orang yang bersedekah. Selain itu juga meyakini janji tersebut sebagai sebuah kebenaran. 

Selain adanya dalil ikhlas dalam bersedekah, Islam juga menjanjikan berbagai ganjaran sedekah dalam berbagai dalil. Baik ganjaran yang akan diberikan ketika masih di dunia, juga ganjaran saat di akhirat kelak.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al Hadid ayat 18 yang artinya,

Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka, dan mereka akan mendapatkan pahala yang mulia”.

Sedekah untuk penghafal Al Quran, Sumber: ucareindonesia.org
Sedekah untuk penghafal Al Quran, Sumber: ucareindonesia.org

Adanya dalil tentang ganjaran sedekah ini sepatutnya memotivasi setiap muslim. Ketika ada keinginan, bersegera menyalurkan sedekah lebih baik. Baik pada perorangan seperti sedekah untuk penghafal Al Quran, maupun pada yayasan seperti panti asuhan.

Apalagi dalil ganjaran sedekah juga ada dalam berbagai hadits Nabi. Salah satunya adalah hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang artinya,

Sesungguhnya naungan seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya”. (HR Ahmad)

3. Mengingat Ancaman

Dan yang perlu juga dilakukan adalah dengan mengingat ancaman yang akan Allah berikan pada orang yang pelit. Sebab agama Islam sama sekali tidak mengajarkan sikap pelit pada kaum muslim.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 180 yang artinya,

Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan mereka itu baik bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

4. Menguatkan Sikap Empati

Dengan tiga poin di atas sepatutnya sudah menimbulkan semangat orang beriman dalam bersedekah. Terlebih adanya lembaga seperti Laziskhu saat ini semakin memudahkan untuk bersedekah. Namun jika belum memberikan dorongan untuk bersedekah, maka sebaiknya setiap muslim menguatkan sikap empatinya.

Sebagai sesama manusia, tentu rasa iba ada di dalam setiap hati sanubari. Ketika melihat sesama dalam kesulitan, sikap manusiawi akan merangsang rasa iba. Saat rasa iba muncul namun diabaikan, maka hati akan mati. Sedangkan ketika diikuti dengan tindakan, maka hati akan hidup dan semakin baik.

Alangkah baiknya setiap muslim menguatkan sikap empati dengan mendengarkan rasa iba dalam hati. Jika sudah biasa menuruti iba dalam hati dengan berbagi, maka lambat laun ikhlas dalam bersedekah akan muncul

Itulah beberapa kiat agar hati bisa ikhlas dalam bersedekah. Saat hati sudah bisa merasa ikhlas, keutamaan sedekah maka akan Allah berikan. Baik saat masih di dunia, atau ketika nanti berada di akhirat.

Salurkan Sedekah Anda

Lembaga Amil Zakat Laziskhu. Sumber: laziskhu.org
Lembaga Amil Zakat Laziskhu. Sumber: laziskhu.org

Dan bagi Anda yang sudah memiliki rasa ingin bersedekah, bersegera menyalurkannya adalah tindakan yang benar. Terlebih saat ini ada layanan sedekah online yang semakin memudahkan dalam bersedekah.

Terlalu sering menunda niat baik adalah hal yang tidak baik. Sebab pada dasarnya manusia itu diciptakan untuk tujuan menebar kebaikan. Maka tidak heran manusia menyandang gelar sebagai khalifah Allah di muka bumi.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meringankan hati setiap hambaNya untuk bersedekah. Dan menjadikan sedekah yang dilakukan setiap hamba sebagai wasilah, untuk hidup berkah di dunia dan selamat ketika di akhirat.