Lazis Khoiru Ummah

LOGO LAZ KHOIRU UMMAH

Kisah Kedermawanan Utsman bin Affan yang Menginspirasi Muslim Untuk Berbagi

Berbagi menjadi satu amalan yang menonjol di kalangan sahabat. Dengan intensitas berbagi yang mereka lakukan, tidak mengherankan jika generasi sahabat disebut sebagai generasi terbaik. Dari banyaknya sahabat, kedermawanan Utsman bin Affan menjadi kisah yang populer hingga kini.

Sahabat Utsman bin Affan memiliki berbagai keistimewaan. Selain beliau menikahi dua putri Nabi, beliau merupakan satu dari Khulafaur Rasyidin. Sejak awal masuk Agama Islam beliau tidak pernah menahan hartanya untuk berbagi.

Nah kedermawanan apa saja yang membuat beliau dikenang hingga kini? Meskipun beliau selalu ringan tangan namun beliau tetap kaya, apa sebabnya? Simak ulasan berikut untuk mendapatkan informasinya.

Kisah Kedermawanan Utsman bin Affan

Sejarah telah mengabadikan kedermawanan dan kesederhanaan Utsman bin Affan. Berikut adalah beberapa kedermawanan sepatutnya menginspirasi umat Islam saat ini:

1. Berbagi Dalam Perang Tabuk

Peperangan ini menjadi pertemuan antara umat Islam dan kekaisaran Romawi, sekaligus sebagai pertempuran terakhir Rasulullah. Sebagai imperium terkuat di masanya, tentu perlu persiapan matang untuk mendapatkan kemenangan.

Sesaat setelah Rasulullah mengumumkan kebutuhan perlengkapan, Utsman bin Affan segera menyambutnya. Tidak perlu berpikir panjang, beliau langsung memberikan 900 ekor unta, 100 ekor kuda dan uang kontan untuk dibagikan kepada pasukan sebagai operasional perang. Pasalnya untuk melakukan pertempuran tersebut memakan waktu 50 hari yang akhirnya berhasil dimenangkan oleh umat Islam.

Kedermawanan Ustman bin Affan salah satunya adalah berbagi air bersih, Sumber: jonesday.com
Kedermawanan Ustman bin Affan salah satunya adalah berbagi air bersih, Sumber: jonesday.com

2. Berbagi di Masa Paceklik

Dalam masa pemerintahan sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq, Kota Madinah pernah dilanda paceklik. Akibatnya penduduk kesulitan mendapatkan makanan untuk kelangsungan hidup mereka. Pasalnya saat itu pasar-pasar pun ikut sepi tanpa ada aktivitas jual beli.

Utsman bin Affan yang baru datang dari negeri Syam pun segera mengeluarkan sedekah saat sempit. Kondisi memprihatinkan tersebut menarik hatinya untuk memberikan 100 ekor unta lengkap dengan bahan makanan yang dibawanya dari negeri Syam. Beliau lebih mengutamakan berbagi daripada menuruti bujukan pedagang Madinah yang ingin membeli barang-barangnya.

3. Memerdekakan Budak

Utsman bin Affan merupakan sahabat yang mahir dalam berbisnis. Tetapi meskipun sibuk dengan bisnisnya, beliau memiliki kebiasaan unik. Setiap hari Jum’at beliau selalu memerdekakan seorang budak. Memerdekakan berarti beliau membeli budak dari orang lain dan kemudian dibebaskan tanpa syarat.

Dari kebiasaan yang telah biasa beliau lakukan tersebut, sejarawan menyimpulkan ada sekitar 2400 budak yang telah beliau bebaskan. Beliau melakukannya seakan seperti sedang berlomba dengan sahabat lain. Selain beliau, Abu Bakar Ash-Shiddiq tercatat sebagai sahabat yang banyak membebaskan budak.

4. Berbagi Air Bersih

Selain pernah dilanda kekurangan makanan, Kota Madinah juga pernah dilanda kekeringan yang parah. Saat itu para penduduk harus rela membayar kepada orang Yahudi untuk memenuhi kecukupan air bersih. Pasalnya hanya sumur orang tersebut yang masih mengeluarkan sumber mata air.

Melihat hal tersebut, Utsman bin Affan menggunakan insting bisnisnya untuk membantu sesama. Beliau membuat kesepakatan untuk membeli setengah sumur, dimana penduduk dapat membeli air bergantian antara hak beliau dengan hak orang Yahudi.

Namun ketika penduduk membeli air pada hak beliau, air yang diambil penduduk beliau gratiskan. Akhirnya sumur tersebut menjadi milik Utsman bin Affan dan dikenal sebagai sumur Raumah. Dimana hingga kini sumur terus mengalirkan air.

Sumur tersebut menjadi harta wakaf yang menjadi pahala yang tiada putus bagi beliau. Keberkahannya menjadikan sumur tidak pernah kering meskipun terjadi kekeringan.

Itulah beberapa kisah teladan Utsman bin Affan dalam berbagi. Semua sendi untuk bisa berbagi telah dilakukannya mulai dari zakat, sedekah, infak maupun wakaf. Hatinya yang dipenuhi keimanan menjadikan harta seakan berada di tangannya. Hartanya bermanfaat bukan menjadi maksiat.

Kekayaan Utsman bin Affan Abadi

Meskipun beliau seakan tidak perhitungan dalam berbagi, nyatanya harta beliau tidak pernah habis. Bahkan Pemerintah Arab Saudi hingga membuatkan rekening atas nama beliau. Saldonya hingga tahun 2020 lalu senilai Rp 2.532.942.750.000.

Rekening tersebut terus terisi dari operasional sumur Raumah hingga saat ini. Ketika sumur masih mengalirkan mata air, jumlah nominal di atas tentu akan semakin bertambah. Beliau sudah meninggal dunia, namun peninggalannya masih menghasilkan dana.

Sumur Raumah, Sumber: dailysia.com
Sumur Raumah, Sumber: dailysia.com

Hal ini tentu faktor keberkahan yang Allah berikan kepada beliau. Jika suatu amalan tulus ikhlas dilakukan karena Allah, tentu Allah akan membalasnya berkali lipat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Saba’ ayat 39 yang artinya,

Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya. Dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.”

Apa Sebabnya Harta Beliau Tidak Habis?

Tentu melihat saldo di rekening beliau di atas akan menimbulkan pertanyaan. Kenapa harta beliau tidak habis meskipun beliau ringan tangan dalam berbagi?

Selain keberkahan yang telah Allah berikan, dalam berbagi beliau memiliki niat yang benar. Meskipun banyak dalil yang menjelaskan bahwa berbagi akan menjadikan kaya, bukan itu motivasi beliau. Soal kekayaan, harta beliau sudah lebih dari cukup.

Niat beliau dalam berbagi memang tulus untuk Allah dan RasulNya. Hal ini dibuktikan dengan amal berbagi yang dilakukannya selalu konsisten, semangatnya tidak pernah berubah. 

Ringan dalam berbagi, Sumber: salam.ui.ac.id
Ringan dalam berbagi, Sumber: salam.ui.ac.id

Sudah selayaknya umat Islam saat ini meneladani Utsman bin Affan. Baik berbagi dengan cara sedekah online maupun sedekah secara langsung, sebaiknya dilakukan dengan ikhlas karena Allah dan konsisten.

Sebuah kesalahan jika meniatkan dalam berbagi untuk mendapatkan kekayaan. Pada dasarnya hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki kekayaan langit dan bumi. Jika Allah ridha pada seorang hamba, tidak mustahil Allah akan menitipkan kekayaanNya kepada hamba tersebut.

Mari Berbagi Bersama Laziskhu

Untuk berbagi saat ini telah semakin mudah. Jika Anda tidak memiliki informasi sasaran yang berhak maupun karena faktor kesibukan, Anda bisa memanfaatkan lembaga seperti Laziskhu.

Sebagai lembaga yang berdedikasi dalam urusan sosial keagamaan, kegiatan Kami meliputi yang terkait dengan hal tersebut. Mulai dari mengumpulkan informasi orang yang berhak mendapat perhatian, survey hingga distribusi. Harapannya apa yang Kami lakukan bisa bermanfaat kepada sesama.

Semoga kepedulian pada donatur dalam berbagai diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kami berdoa agar kepedulian tersebut dapat memberikan keberkahan dalam hidup dan menjadi pahala yang terus mengalir.