Lazis Khoiru Ummah

LOGO LAZ KHOIRU UMMAH

Sangat Inspiratif! Inilah Kisah Abdurrahman bin Auf, Sahabat Rasulullah yang Ingin Miskin

Bagi umat muslim, kisah Abdurrahman bin Auf yang ingin miskin sudah tidak asing terdengar. Abdurrahman bin Auf merupakan sahabat Rasulullah yang dikenal kaya raya, rela berkorban demi memperjuangkan dakwah Islam, dan dermawan. Sebelum memeluk agama Islam, beliau dikenal dengan Abdul Arm kemudian mengganti namanya menjadi Abdurrahman.

Meskipun Abdurrahman bin Auf terkenal sebagai sahabat Rasulullah yang kaya raya dan dermawan, namun beliau tidak sombong maupun tergila-gila dengan harta yang diberikan kepadanya. Beliau sangat gemar bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Bahkan Abdurrahman juga tidak segan untuk menggelontorkan hartanya di jalan kebaikan.

Kisah Tentang Abdurrahman bin Auf yang Ingin Miskin

Kisah inspiratif Abdurrahman bin Auf, Sumber: suaramasjid.com
Kisah inspiratif Abdurrahman bin Auf, Sumber: suaramasjid.com

Abdurrahman bin Auf merupakan salah satu saudagar kaya dan dermawan yang dimiliki Islam. Dirinya tidak pernah ragu untuk mengeluarkan harta yang dimilikinya pada jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semasa hidupnya, beliau terkenal sebagai orang yang cerdas. Beliau juga memiliki kekayaan berlimpah namun justru berharap menjadi orang miskin. 

Abdurrahman bin Auf merupakan seorang pedagang sukses. Kerja keras mampu membuat Abdurrahman menjadi konglomerat dengan harta yang berlimpah. Rahasia kesuksesan Abdurrahman bin Auf dalam berdagang adalah dengan menghindari haram dan syubhat yang tidak jelas kehalalan dan keharamannya. 

Selain itu Abdurrahman bin Auf juga selalu membagikan harta bendanya kepada keluarga, saudara, dan agama Islam. Kekayaannya tidak membuat Abdurrahman bin Auf menjadi tamak dan kufur, beliau tetap hidup dengan dermawan. Bukan hanya hartanya saja, bahkan Abdurrahman bin Auf juga rela mempertaruhkan nyawanya dalam peperangan.

Saat mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebut nama Abdurrahman bin Auf sebagai salah satu sahabat yang masuk surga, hal tersebut tidak membuat dirinya menjadi angkuh dan sombong. Justru Abdurrahman bin Auf khawatir akan hal tersebut. Kekhawatiran tersebut disebabkan karena dirinya merasa tidak layak masuk surga dan bukan siapa-siapa.

Jika dilihat lebih jauh, jasa Abdurrahman bin Auf terbilang cukup besar untuk perkembangan dan pembangunan Islam. Berkat keahliannya dalam berbisnis, Abdurrahman bin Auf memiliki 3.200.000 dinar. Menjelang akhir wafatnya, Abdurrahman bin Auf memberikan hartanya kepada 100 orang yang mengikuti perang badar dengan masing-masing 400 dinar. 

Membeli Kurma Busuk Karena Ingin Miskin

Kisah Abdurrahman bin Auf dan kurma, Sumber: kompasiana.com
Kisah Abdurrahman bin Auf dan kurma, Sumber: kompasiana.com

Suatu hari ketika setelah perang, tumbuk kurma yang ditinggalkan oleh para sahabat di Madinah menjadi busuk. Hal ini menyebabkan nilai jual kurma menjadi menurun. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh Abdurrahman bin Auf. Beliau membeli kurma busuk tersebut dengan harga normal. 

Namun usaha Abdurrahman bin Auf yang ingin miskin dengan cara membeli kurma busuk justru gagal. Sebab suatu ketika datang utusan dari Yaman yang sedang mencari kurma busuk. Abdurrahman bin Auf enggan menjual kurma tersebut. Namun oleh utusan Raja Yaman, kurma busuk tersebut dibeli dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa. 

Usaha Abdurrahman bin Auf yang ingin miskin dengan membeli kurma busuk justru sia-sia. Sebab kurma busuk tersebut justru dibeli dengan harga yang jauh tinggi. Dari kisah tersebut Anda bisa belajar bahwa sedekah online tidak akan mengurangi harta benda. Justru dengan bersedekah, rezeki dan pahalanya akan dilipatgandakan. 

Nilai Teladan dari Abdurrahman bin Auf

Dari kisah sahabat Rasulullah yang menginspirasi tersebut, ada banyak sekali hikmah dan nilai teladan yang bisa diambil. Bahkan nilai teladan tersebut juga bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut nilai teladan dari kisah inspiratif Abdurrahman bin Auf yang ingin jatuh miskin dan patut untuk ditiru. 

1. Tidak Dibutakan dengan Harta Benda

Abdurrahman bin Auf tidak dibutakan oleh harta, Sumber: liputan6.com
Abdurrahman bin Auf tidak dibutakan oleh harta, Sumber: liputan6.com

Nilai teladan pertama yang bisa diambil dari kisah Abdurrahman bin Auf yang ingin miskin adalah tidak dibutakan dengan harta benda. Abdurrahman bin Auf memang sudah ditakdirkan sebagai orang kaya raya pada masa tersebut. Namun justru beliau menginginkan kehidupannya menjadi miskin dengan cara membeli kurma busuk.

Hal tersebut bukan disebabkan karena Abdurrahman bin Auf tidak bersyukur atas nikmat yang sudah diberikan oleh Allah, namun beliau takut akan ucapan Rasulullah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah berkata “Abdurrahman bin Auf akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya sehingga dihisabnya paling lama”.

Karena perkataan tersebut Abdurrahman bin Auf menangis bukan karena takut ajalnya tiba, namun beliau takut kekayaan yang dimiliki akan menghambatnya masuk surga. Hal tersebut mampu membuat Abdurrahman bin Auf menginginkan kehidupan miskin. Namun sayangnya, hingga wafat kehidupan beliau tetap memiliki harta yang berlimpah dari Allah. 

2. Dermawan

Nilai teladan yang bisa diambil dari kisah Abdurrahman bin Auf yang ingin miskin adalah sikap dermawan. Demi membuat dirinya menjadi miskin beliau memberikan hartanya secara cuma-cuma untuk memperjuangkan Islam, membangun pasar, dan membeli tanah. Selain itu Abdurrahman bin Auf juga mengeluarkan hartanya untuk perekonomian umat muslim.

Bukan hanya itu saja, bahkan Abdurrahman bin Auf rela membeli kurma busuk agar dirinya bisa menjadi miskin. Namun yang terjadi justru sebaliknya, Abdurrahman bin Auf tidak menjadi miskin, justru kekayaannya semakin bertambah berkat kedermawanannya. 

3. Rela Berkorban Demi Membela Islam

Abdurrahman bin Auf tidak hanya mengorbankan seluruh harta yang dimilikinya, namun beliau juga ikut andil dalam peperangan membela agama Islam. Sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini juga pernah ikut andil dalam perang badar dan perang uhud

Itu dia kisah Abdurrahman bin Auf yang ingin miskin. Dari kisah inspiratif Abdurrahman bin Auf tersebut ada banyak sekali hikmah yang dapat dipetik. Jadi jangan ragu untuk bersedekah melalui Laziskhu. Sebab bersedekah tidak akan membuat seseorang menjadi miskin. Justru pahala dan rezekinya akan dilipatgandakan.