Lazis Khoiru Ummah

Para Penerima Zakat Mal Sesuai Sunnah, Siapa Saja mereka?

Ketetapan pos pembagian zakat jadi bukti Agama Islam memperhatikan kesejahteraan. Sebagai sebuah kewajiban yang dikumpulkan dari kaum muslim, fungsi zakat pada dasarnya untuk memangkas kesenjangan ekonomi. Jika menurut syariat, siapa saja para penerima zakat mal yang tepat?

Dalam literasi Islam, zakat terbagi menjadi dua yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat mal bisa ditunaikan kapanpun saat harta seorang muslim telah mencapai nisab dan haul. Sedangkan zakat fitrah hanya bisa ditunaikan pada awal Ramadhan hingga sebelum ditegakkannya shalat Idul Fitri.

Untuk mendapatkan keabsahan, siapapun yang ingin membayarkan zakat malnya perlu memperhatikan syarat dan ketentuannya. Termasuk jangan sampai salah dalam penyaluran zakat mal. 

Anjuran Membayar Zakat Mal

Tidak dipungkiri kewajiban membayar zakat mal ada di pundak seorang muslim yang hartanya telah memenuhi syarat. Jika tidak segera dibayarkan, terdapat konsekuensi yang akan ditanggung. Tetapi jika dibayarkan, zakat membersihkan harta dan seorang muslim akan mendapatkan ketentraman jiwa. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 103 yang artinya,

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menjadi ketenteraman jiwa bagi mereka.”

Ayat Al-Quran yang membahas tentang zakat, Sumber: kumparan.com
Ayat Al-Quran yang membahas tentang zakat, Sumber: kumparan.com

Syariat zakat menjadi pilar dalam tegaknya nilai sosial Agama Islam. Bahkan kedudukannya tidak kalah penting dengan syariat shalat. Tidak mengherankan jika dalam banyak ayat Al-Quran, Allah sering menyandingkan zakat dengan shalat.

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 43 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya,

Laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”

Orang yang beriman akan menyonsong anjuran ini dengan semangat dan suka cita. Dengan menunaikannya, selain membawa keberkahan bagi yang membayarkan juga memberi kebahagiaan bagi penerima zakat mal.

Siapa yang Berhak Menerima Zakat Mal?

Selain memberikan kebahagiaan, zakat yang disalurkan kepada yang berhak juga menjadi motivasi bagi penerima. Kepedulian dari pemberi akan menumbuhkan harapan dan semangat penerima untuk mencapai kemandirian.

Meskipun membayarkan zakat mal merupakan sebuah kepedulian, namun tidak boleh sembarangan dalam penyaluran. Agama Islam telah menetapkan orang yang berhak menerimanya. Selain memiliki nilai kepedulian, memberikan pada orang yang berhak sesuai sunnah Allah dan Rasul-Nya akan mendatangkan ridha dan keberkahan.

Penerima zakat mal, Sumber: detik.com
Penerima zakat mal, Sumber: detik.com

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 60 yang artinya,

Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk (berjuang) di jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan sebagai kewajiban dari Allah.”

Yang berhak menerima zakat mal terbatas hanya pada kedelapan orang dalam ayat tersebut. Tidak dibenarkan memberikan pada orang yang tidak berhak menerima zakat mal. Pasalnya anak yatim pun bukan penerima zakat mal jika tidak termasuk kedalam delapan golongan di atas. 

Terbatasnya orang yang berhak menerima zakat mal berkaitan erat dengan fungsinya. Berbeda dengan sedekah, dimana orang yang berhak menerima sedekah sangat luas. Dan fungsinya juga dapat disesuaikan dengan niat, mulai dari berbagi kebahagiaan hingga memperbaiki hubungan silaturahim.

Haruskah Zakat Mal Disalurkan Saat Tempo?

Meskipun seorang muslim wajib membayar zakat mal ketika waktunya, namun dalam keadaan tertentu pembayaran bisa ditunda dan disegerakan.

Pembayaran dapat ditunda ketika terdapat udzur syar’i yang dialami orang tersebut. Misalnya sebenarnya harta telah masuk nisab, namun sebagian harta tersebut sedang dihutang. Dirinya boleh menunda membayarkan zakat mal hingga uang yang dipinjam tersebut dikembalikan.

Di sisi lain seorang muslim boleh menyegerakan pembayarannya saat melihat fenomena tertentu. Meskipun belum tertabung selama setahun penuh, dirinya boleh menyegerakan pembayaran zakat malnya jika dinilai perbuatannya tersebut memberikan kemaslahatan.

Waktu membayar zakat mal, Sumber: google.com
Waktu membayar zakat mal, Sumber: google.com

Misalnya jika harta seseorang mencapai nisab pada bulan Oktober, namun di bulan September dirinya melihat ada orang miskin yang membutuhkan bantuan dalam kondisi darurat. Maka tidak mengapa dirinya memberikan pertolongan pada orang tersebut dengan diniatkan sebagai zakat mal.

Hal ini didasari oleh apa yang dialami oleh paman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Abbas bin Abdul Muthalib Radhiyallahu ‘Anhu. Suatu ketika beliau pernah meminta izin kepada Rasulullah untuk menyegerakan pembayaran zakat mal.

Dari ‘Ali Radhiyallahu ‘Anhu bahwa beliau berkata yang artinya,

Bahwasannya Abbas bin Abdul Muthallib paman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meminta izin kepada Rasulullah untuk menyegerakan pembayaran zakatnya sebelum tiba masa setahun, maka beliau pun memberikan padanya kelonggaran untuk melakukannya.” (HR Abu Daud 1624)

Dari hadits di atas dapat dipahami bahwa harta harus tertabung selama satu tahun bukan merupakan syarat sah namun sebatas syarat wajib. Jika melihat kemaslahatan maka boleh menunaikannya meskipun belum jatuh tempo. 

Tetapi dalam keadaan normal, tetap mendapatkan syarat sah dan syarat wajib lebih utama. Tentu hal tersebut lebih mendekatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Salurkan Zakat Anda Melalui Laziskhu

Lebih utama selain mendapatkan syarat wajib dan syarat sah, zakat disalurkan kepada mereka yang benar-benar berhak. Untuk mendapatkannya tentu sebaiknya melakukan pengamatan terlebih dahulu jika akan disalurkan pada orang yang tidak dikenal.

Namun jika Anda kesulitan mendapatkannya karena kesibukan, Anda bisa memanfaatkan layanan Laziskhu. Sebagai lembaga yang berdedikasi dalam menangani masalah sosial dan ekonomi di Indonesia, data yang berhak menerima zakat telah dikantongi.

Kabar baiknya lagi Kami senantiasa berupaya memaksimalkan fasilitas bagi para donatur. Saat ini Anda bisa berzakat menggunakan fitur layanan zakat online yang telah disediakan. Dengan demikian dalam kondisi sibuk pun Anda tetap menyalurkan kepedulian dan menunaikan kewajiban.

Semoga apa yang telah diberikan oleh donatur menjadi amal jariyah yang terus mengalirkan pahala. Dan Kami berdoa agar kepedulian yang diberikan memberikan keberkahan dalam hidup.