Lazis Khoiru Ummah

Qurban Dengan Kambing Betina, Bolehkah?

Syarat hewan qurban harus dipenuhi dalam pelaksanaan ibadah qurban. Sebagai salah satu ketentuan, tidak memenuhi syarat bisa menjadikan pelaksanaan ibadah qurban tidak sah. Lalu bagaimana jika melaksanakan ibadah qurban dengan kambing betina?

Dalam pelaksanaan ibadah qurban di masyarakat, penggunaan hewan betina hampir tidak pernah dijumpai. Bahkan hal itu juga jarang dijumpai dalam pelaksanaan ibadah aqiqah. 

Apakah kebiasaan masyarakat itu menegaskan, bahwa hewan betina tidak boleh untuk pelaksanaan qurban maupun aqiqah? Lantas apakah syariat Islam mengharuskan hewan berjenis kelamin jantan sebagai syarat dalam ibadah qurban? 

Syarat Hewan Qurban

Kambing sebagai pilihan hewan qurban, Sumber: ukim.org
Kambing sebagai pilihan hewan qurban, Sumber: ukim.org

Agar lebih memberikan gambaran tentang boleh tidaknya melaksanakan ibadah qurban dengan kambing betina, berikut adalah syarat hewan qurban yang harus dipenuhi:

1. Kepemilikan Penuh

Sebelum terjadinya akad dalam sebuah transaksi, kepemilikan menjadi syarat utama, termasuk dalam pelaksanaan ibadah qurban. Untuk bisa menunaikan ibadah qurban, hewan harus dalam kepemilikan penuh atau telah mendapat izin untuk berqurban dengannya. 

Namun, sebagai sebuah keringanan, Islam juga membolehkan jika ingin berqurban dengan penggabungan hak milik, namun hanya pada hewan qurban besar seperti sapi.

Hal ini sebagaimana pengakuan seorang sahabat dalam sebuah riwayat yang artinya,

Kami pernah berpergian bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kebetulan di tengah perjalanan hari raya Idul Adha datang. Akhirnya kami berpatungan membeli seekor sapi sebanyak tujuh orang untuk diqurbankan”. (HR Al-Hakim)

Jika tidak ada kesepakatan seperti di atas, tidak boleh menggunakan hewan yang masih ada hak orang lain seperti hewan yang digembalakan. Atau yang lebih familiar di Jawa sebagai hewan gaduh.

2. Bahimatul An’am

Selanjutnya hewan yang digunakan untuk berqurban berasal dari bahimatul an’am (hewan ternak). Hewan ternak yang dimaksud antara lain unta, kambing (dan yang sejenis), serta sapi (dan yang sejenis). Bukan hewan ternak dari kalangan unggas seperti ayam maupun angsa.

Syarat ini didasari oleh firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat Al-Hajj ayat 34 tentang anjuran untuk qurban yang artinya,

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan hewan (qurban). Supaya mereka menyebut nama Allah dengan bahimatul an’am (binatang ternak) yang telah direzekikan kepada mereka”.

3. Cukup Usia

Untuk mendapatkan keutamaan Idul Adha, hewan juga harus memenuhi syarat dalam kecukupan umur. Dari masing-masing binatang ternak telah ditentukan batasan umurnya masing-masing agar sah digunakan sebagai hewan qurban.

Untuk kambing umurnya minimal satu tahun. Sapi usianya minimal dua tahun. Serta, untuk unta harus telah mencapai usia lima tahun. 

4. Tidak Cacat

Syarat selanjutnya adalah hewan untuk qurban tidak boleh dalam keadaan cacat. Hal ini berlaku umum meliputi segala jenis binatang ternak.

Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang artinya,

Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan hewan qurban yaitu binatang yang rusak, yang sakit, yang pincang, yang kurus dan tidak memiliki lemak” (HR Ahmad).

Sebaiknya, sebelum menentukan pilihan, periksa terlebih dahulu keadaan hewan. Cacat tidak hanya dari kaki yang pincang, namun meliputi bagian fisik yang lain. Diantaranya adalah telinga robek, tanduk patah, gigi ompong dan lain sebagainya.

Itulah syarat yang harus dipenuhi untuk hewan qurban. Sebagai amalan yang telah ditentukan waktunya, penyembelihan pun harus dilakukan sesuai ketentuan. 

Selain bisa menyembelih hewan qurban di tanggal 10 dzulhijjah, pelaksanaannya bisa juga di hari tasyrik. Selain waktu itu penyembelihan hewan qurban tidak sah.

Jika berhalangan dalam menunaikan ibadah qurban, sebaiknya menggunakan bantuan. Baik itu bantuan panitia penyembelihan hewan qurban di masjid terdekat, atau memanfaatkan program qurban Laziskhu.

Qurban Dengan Kambing Betina

Qurban kambing betina, Sumber: pixfeeds.com
Qurban kambing betina, Sumber: pixfeeds.com

Dalam persyaratan hewan qurban, tidak dijelaskan bahwa salah satu syarat kambing qurban harus jantan. Maka bisa disimpulkan, bahwa qurban dengan kambing betina diperbolehkan.

Hal itu didasari oleh pelaksanaan aqiqah untuk kelahiran bayi yang tidak harus menggunakan kambing betina. 

Dari Ummu Kurz bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya, 

Anak laki-laki hendaklah diaqiqahi dengan dua kambing dan anak perempuan dengan satu kambing. Tidak mengapa bagi kalian memilih yang jantan atau betina dari kambing tersebut”. (HR An-Nasa’i)

Ibadah qurban dan aqiqah merupakan ibadah yang sejenis namun tidak sama. Disebabkan sejenis, dalam aplikasinya pun diperbolehkan dalam hal jenis kelamin bagi hewan.

Terlebih Imam Asy-Syairozi menegaskan dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab li Syairozi 8: 222 yang artinya,

Jika dibolehkan jantan dan betina dalam beraqiqah, maka sama halnya dengan qurban boleh dengan jantan atau betina. Karena daging kambing jantan lebih enak. Sedangkan kambing betina lebih basah”.

Qurban Dengan yang Terbaik

Qurban terbaik dengan hewan qurban yang sesuai dengan standar syariat, Sumber: ilmuk.org
Qurban terbaik dengan hewan qurban yang sesuai dengan standar syariat, Sumber: ilmuk.org

Berdasarkan ulasan di atas, maka diperbolehkan pelaksanaan qurban menggunakan kambing betina. Namun, untuk mendapatkan keutamaan qurban, memberikan hewan qurban yang terbaik sebaiknya lebih diprioritaskan.

Hewan qurban terbaik adalah yang paling dicintai oleh Allah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya,

Sesungguhnya qurban yang paling dicintai oleh Allah adalah hewan yang paling mahal dan paling gemuk” (HR Ahmad).

Baik jantan atau betina, hewan qurban tetap berpotensi masuk dalam kriteria gemuk. Namun untuk harga yang mahal, biasanya kambing jantan yang lebih mahal. Jika ingin mendapatkan keutamaan lebih, sebaiknya tetap mengusahakan menggunakan kambing jantan dalam berqurban.

Apalagi melihat perbuatan Rasulullah yang cenderung memilih kambing dalam berqurban. Dan beliau lebih memilih kambing jantan daripada betina.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata yang artinya,

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam apabila hendak menyembelih qurban, beliau membeli dua ekor kambing kisbasy yang besar dan gemuk, bertanduk, berwarna putih dan terputus pelirnya. Beliau menyembelih seekor untuk umatnya yang bertauhid dan membenarkan risalah, kemudian memotong seekor lagi untuk diri beliau dan keluarga beliau”. (HR Ibnu Majah)

Nah itulah ulasan terkait qurban dengan kambing betina. Selain berharap keutamaan, pelaksanaan ibadah qurban bisa dijadikan lebih berkesan. Jika Anda ingin mendapatkannya, Laziskhu bersedia menyalurkan hewan qurban Anda ke daerah yang membutuhkan.

Dari survey yang telah dilakukan, saat ini masih banyak daerah muslim yang masih jarang melaksanakan penyembelihan hewan qurban. Saat qurban disalurkan pada mereka, tentu akan lebih bermanfaat.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan setiap hambaNya dalam melaksanakan ibadah qurban. Serta menerima setiap ibadah qurban dan memberikan keberkahan hidup bagi shahibul qurban.