Lazis Khoiru Ummah

LOGO LAZ KHOIRU UMMAH

Sedekah atau Bayar Hutang, Mana yang Lebih Utama Menurut Syariat?

Sedekah atau bayar hutang merupakan dua hal yang baik bagi setiap muslim. Pasalnya, keduanya merupakan amal shaleh yang berbalas pahala. Hanya saja, terkadang seorang muslim masih bingung ketika membicarakan mana yang lebih utama antara sedekah atau bayar hutang.

Dalam pengertian singkat, sedekah adalah salah satu ibadah yang dilakukan dengan mengeluarkan harta untuk membantu orang yang kesulitan. Meskipun, sebenarnya, sedekah tidak harus berupa harta. Di sisi lain, bayar hutang adalah kewajiban bagi siapa saja yang memiliki hutang pada orang lain.

Lantas, jika kita dihadapkan pada pilihan sedekah atau bayar hutang, mana yang sebenarnya lebih utama untuk dilakukan?

sedekah atau bayar hutang terlebih dahulu, kerap menjadi pertanyaan. sumber: nationaldebtrelief.com
sedekah atau bayar hutang terlebih dahulu, kerap menjadi pertanyaan. sumber: nationaldebtrelief.com

Hukum Bayar Hutang dan Sedekah dalam Syariat Islam

Sebelum membahas mana yang lebih utama antara sedekah dan bayar hutang, tentu ada baiknya kita memahami hukum dari masing-masing amal tersebut. Pasalnya, status hukum keduanya nantinya juga menjadi pertimbangan untuk menentukan amal yang perlu dilakukan terlebih dahulu.

1. Hukum Sedekah dalam Syariat Islam

Dalam syariat islam, hukum sedekah adalah sunnah muakkadah. Makan dari hukum ini adalah seseorang akan mendapatkan pahala besar jika melakukan sedekah, namun tidak akan mendapatkan dosa jika tidak melakukannya.

Namun walau tidak akan mendapatkan dosa apabila tidak melakukannya, sedekah adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.” (QS Al Hadid ayat 18)

Ayat di atas merupakan salah satu dalil terkait keutamaan sedekah. Dari ayat tersebut bisa diketahui bahwa ada balasan berlipat ganda yang akan diterima seorang muslim yang bersedekah.

Dari keutamaan ini lah yang menggerakkan banyak umat muslim untuk sedekah setiap hari. Mereka semua berharap dengan sedekah bisa menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan ganjaran berupa surga dari Allah.

2. Hukum Bayar Hutang dalam Syariat Islam

Berbeda dengan sedekah, dalam syariat Islam, membayar hutang adalah kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki hutang. Selain itu, membayar hutang juga sebagai salah satu bentuk kejujuran dan tanggung jawab yang harus dipenuhi.

Pasalnya, membayar hutang berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup seseorang yang dihutangi. Bisa saja dari sisi yang dihutangi, ia sudah membutuhkan uang ataupun sesuatu yang dihutangi tersebut untuk keperluan lainnya. Seseorang yang menangguhkan pembayaran hutang maka ia sudah melakukan kezaliman.

bagi muslim, hutang adalah beban yang harus diselesaikan. sumber: kumparan.com
bagi muslim, hutang adalah beban yang harus diselesaikan. sumber: kumparan.com

Terkait masalah hutang, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya,

“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.”

Selain itu, kewajiban bayar hutang ini juga ditegaskan pada hadits riwayat Ibnu Majah bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya,

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.”

Kedua hadits di atas adalah dalil yang kuat terkait perkara hutang. Bisa dikatakan bahwa ada ancaman yang besar bagi siapa saja yang berhutang dan enggan membayarnya.

Sedekah atau Bayar Hutang dulu?

Dari penjelasan hukum sedekah dan bayar hutang diatas dapat disimpulkan bahwa membayar hutang lebih utama daripada sedekah. Karena hukum bayar hutang wajib diselesaikan sedangkan hukum sedekah adalah sunnah muakkadah.

Selain dari segi hukumnya, mendahulukan bayar hutang daripada sedekah ini juga dikuatkan pada sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits riwayat Bukhari yang artinya:

“Sedekah yang paling baik adalah melakukan sedekah dalam kondisi tercukupi, mulailah dari orang yang wajib kau nafkahi.”

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa waktu sedekah yang paling baik adalah ketika seseorang dalam kondisi tercukupi. Maksud dari kondisi tercukupi disini juga sudah dijelaskan oleh Imam Bukhari bahwa,

“Barangsiapa yang bersedekah, sedangkan dia dalam keadaan membutuhkan atau keluarganya membutuhkan atau ia memiliki tanggungan utang, maka hutang lebih berhak untuk dibayar daripada di bersedekah.”

Secara tidak langsung dijelaskan bahwa syarat seseorang yang ingin bersedekah adalah ia atau keluarganya tidak dalam keadaan butuh dan tidak memiliki hutang.

Bahkan menurut Syaikh Badruddin Al Aini juga menjelaskan bahwa tidak diperkenankan bagi seseorang untuk menyengsarakan dirinya dan keluarganya sedangkan dia menghidupi orang lain. Maka perlu diselesaikan terlebih urusannya dan keluarganya terkhusus dalam urusan hutang sebelum akhirnya melaksanakan ibadah lainnya, seperti sedekah.

sedekah yang diutamakan adalah untuk keluarga. sumber: pikiran-rakyat.com
sedekah yang diutamakan adalah untuk keluarga. sumber: pikiran-rakyat.com

Bolehkah Sedekah Saat Masih Punya Hutang?

Dari bahasan di atas, bisa disimpulkan bahwa antara sedekah atau bayar hutang yang lebih utama untuk dilakukan terlebih dahulu adalah membayar hutang. Namun dalam beberapa kondisi tertentu, seseorang dapat memberikan sedekah dengan uang hutang tersebut. Artinya, seseorang yang memiliki hutang tetap boleh bersedekah.

Misalnya, ketika hutang tersebut telah lama tidak terurus dan tidak ada harapan membayar hutang tersebut secara penuh, maka seseorang dapat memberikan sedekah sebagai penebusan atas hutang tersebut. Tentunya dengan kesepakatan dari kedua belah pihak.

Selain itu, seseorang tetap bisa mengeluarkan sedekah online walau memiliki hutang apabila uang yang disedekahkan tidak berpengaruh pada pembayaran hutang yang wajib ditunaikan. Maka dalam kondisi ini, siapa saja masih tetap bisa mendapatkan keutamaan amalan sedekah tanpa mengabaikan kewajibannya untuk membayar hutang.