Lazis Khoiru Ummah

LOGO LAZ KHOIRU UMMAH

Sulit Bersyukur, Apa yang Menyebabkannya?

Betapa nikmatnya kehidupan di dunia ini. Tanpa permintaan, setiap makhluk telah disiapkan keperluannya oleh Allah. Tidak hanya kebutuhan pokok, namun hingga keperluan pendukung telah lengkap. Namun di samping itu, masih ada saja dijumpai manusia yang sulit bersyukur.

Sulit untuk mensyukuri kenikmatan merupakan sebuah masalah. Sebab dengannya, manusia akan sulit mendapatkan kebahagiaan. Tanpa kebahagiaan, hidup yang sejatinya hanya untuk beribadah menjadi terasa hambar dan membosankan.

Lantas apa yang menyebabkan manusia sulit untuk bersyukur? Sebagai bahan ikhtiar untuk menjadi hamba yang bersyukur, ulasan berikut dapat dijadikan sebagai referensi!

Esensi Eksistensi Manusia

Eksistensi seorang manusia Sumber: imb.org
Eksistensi seorang manusia Sumber: imb.org

Perlu menjadi dasar pemahaman bahwa esensi eksistensi manusia di dunia sejatinya bukan hanya untuk dirinya. Selain disebabkan Nabi Adam ‘Alaihissalam, adanya manusia di dunia juga memiliki tugas tertentu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Adz Dzariyat ayat 56 yang artinya,

Dan tidak Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepadaKu”.

Dengan tugas utama untuk mengabdi kepada Allah, maka selayaknya setiap orang beriman menjadikan tugas itu sebagai muara semua kegiatan. Kebahagiaan baginya adalah ketika bisa terus menunjukkan pengabdian kepada Allah.

Maka hasil dari komitmennya itu akan luar biasa. Selain hari-hari akan dipenuhi dengan rasa syukur, keajaiban akan selalu membersamainya. Bahkan tidak kalah dengan keajaiban sedekah rutin.

Dengan menjadikan tugas itu sebagai landasan hidup, keberadaannya pun juga akan semakin bermakna. Sebab salah satu bentuk pengabdian kepada Allah adalah dengan bermanfaat kepada sesama.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya,

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat kepada sesama manusia”. (HR Ahmad) 

Itulah esensi eksistensi manusia di dunia. Jika setiap muslim memiliki kesadaran ini, bersyukur begitu ringan baginya. Bahkan tidak perlu diajari cara bersyukur, dirinya akan terus bersyukur dalam menjalani hari-hari.

Sebab Sulit Bersyukur

Orang yang sulit bersyukir, Sumber: grid.id
Orang yang sulit bersyukir, Sumber: grid.id

Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan seorang muslim sulit untuk bersyukur. Dan berikut adalah beberapa diantara penyebabnya:

1. Kurang Iman

Sejatinya ada banyak keutamaan bersyukur bagi seorang muslim. Namun ketika seorang muslim kurang keimanannya, maka bersyukur menjadi pekerjaan yang sangat sulit untuk dilakukan.

Keimanan yang benar akan mengantarkan seorang muslim mencapai kesadaran, bahwa kehidupan hanya berisi kenikmatan. Baik dalam keadaan senang maupun susah, sejatinya akan memberikan kebaikan bagi orang beriman.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya,

Sesungguhnya setiap urusan mereka adalah kebaikan. Hal ini tidak terjadi kepada seorang pun kecuali bagi orang mukmin. Apabila dia mendapat kebaikan, maka dia bersyukur dan itu baik baginya. Apabila dia mendapat keburukan, maka dia bersabar dan itu baik baginya”. (HR Muslim No. 2999)

Orang beriman akan melihat hidup ini hanya untuk disyukuri bukan dikufuri. Dirinya pun mengekspresikan rasa syukurnya dengan berbagai hal. Mulai dari terus menebar kebaikan, membiasakan sedekah setiap hari, hingga ingin terus bermanfaat.

2. Dikuasai Nafsu Duniawi

Selain itu yang menyebabkan seorang muslim sulit bersyukur adalah dikuasainya jiwa oleh hawa nafsu keduniawian. Yang dilihat hanya ambisi, sedangkan lupa dengan yang sudah dimiliki. 

Orang yang jiwanya dikuasai nafsu duniawi selalu tidak merasa puas. Keinginannya adalah ingin mendapatkan yang lebih. Baik lebih dalam harta, jabatan maupun gemerlap dunia yang lainnya. Sebab sejatinya nafsu perlu untuk ditundukan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya,

Musuhmu yang paling berbahaya adalah hawa nafsu yang ada di antara lambungmu, anakmu yang keluar dari tulang rusukmu, istrimu yang kamu gauli dan sesuatu yang kamu miliki”. (HR Baihaqi)

3. Penyakit Hati

Dan tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu penyebab seseorang sulit bersyukur adalah penyakit hati. Penyakit ini memang tidak terlihat secara kasat mata, namun dampaknya begitu berbahaya. 

Hingga saat ini dalam Islam dijelaskan tentang adanya banyak penyakit hati. Mulai dari iri, riya, takabur, ‘ujub dan lain sebagainya. Ada satu satu dari sekian banyak penyakit hati pada seseorang, maka dirinya beresiko untuk menjadi orang yang tidak bersyukur.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya,

Ingatlah di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika dia baik maka baik pula seluruh jasad. Dan jika dia buruk, maka buruk pula seluruh jasad. Dan ketahuilah bahwa dia adalah hati”. (HR Bukhari No. 52)

4. Tidak Memahami Eksistensi Diri

Terakhir, penyebab susah bersyukur adalah tidak pahamnya seseorang mengenai eksistensi dirinya di dunia. Sebagaimana yang telah dijelaskan di awal, bahwa eksistensi manusia di bumi bukanlah tanpa tujuan.

Dengan memahami eksistensi diri, manusia lebih mudah untuk bersyukur. Akalnya akan senantiasa membimbing nafsu untuk terus bersyukur, bahkan merepresentasikan syukurnya. Baik dengan melakukan sedekah secara langsung maupun menggunakan layanan sedekah online, maupun melakukan kebaikan kepada sesama.

Nah itulah berbagai sebab seorang muslim sulit bersyukur dalam kehidupan ini. Selain dalam beberapa poin di atas, tentu masih ada lagi sebab yang lainnya. Namun yang jelas, rasa syukur akan lebih baik jika direpresentasikan dengan perbuatan.

Mari Tunjukan Rasa Syukur

Menunjukkan rasa syukur, Sumber: popbela.com
Menunjukkan rasa syukur, Sumber: popbela.com

Setiap kebaikan akan lebih baik jika diikuti dengan kebaikan lanjutan. Hal inilah yang juga berlaku pada rasa syukur. Rasa syukur yang ada dalam hati dan lisan adalah sebuah kebaikan, namun akan lebih baik jika diikuti dengan perbuatan.

Salah satu cara untuk mengaplikasikan rasa syukur adalah dengan melakukan sedekah. Dilakukan secara langsung atau lewat lembaga seperti Laziskhu akan sama saja nilainya jika dilakukan dengan keikhlasan. Bedanya, melalui lembaga penyaluran telah melalui tahap survei.

Rasa syukur sejatinya akan kembali kepada yang melakukan. Apalagi jika rasa syukur diikuti dengan tindakan, tentu yang Allah kembalikan akan lebih besar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat An Naml ayat 40 yang artinya,

Dan barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya Lagi Maha Mulia”.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita sebagai hamba yang mudah dalam bersyukur. Selain itu juga menjadikan kita sebagai muslim yang pandai dalam merealisasikan rasa syukur.