Lazis Khoiru Ummah

LOGO LAZ KHOIRU UMMAH

Waktu Sedekah yang Paling Utama Sesuai Anjuran Rasulullah

Sedekah adalah memberi secara sukarela tanpa kepentingan apapun berupa harta atau bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan orang lain. Waktu sedekah sebenarnya tidak terbatas dan berbeda jika disandingkan dengan zakat fitrah. Serta, sedekah bisa diberikan sesuai kemampuan pemberinya.

Meskipun bisa diberikan kapan saja dan tidak terbatas waktu, namun ada beberapa waktu sedekah yang paling utama sesuai dengan anjuran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Nah, pada kesempatan ini akan dibahas tentang waktu utama yang disarankan untuk bersedekah. Simak ulasan selengkapnya!

sedekah, salah satu contoh amal jariyah. sumber: istockphoto.com
sedekah, salah satu contoh amal jariyah. sumber: istockphoto.com

Dalil Tentang Anjuran Sedekah dan Keutamaannya

Seperti yang disinggung sebelumnya, sedekah adalah salah satu amalan baik bagi setiap muslim. Berdasarkan berbagai nas baik dari Al Quran dan hadits, ada banyak dalil yang menganjurkan sedekah.

Beberapa dalil tersebut diantaranya adalah:

1. At Taubah 79: Sedekah yang Ikhlas

اَلَّذِيۡنَ يَلۡمِزُوۡنَ الۡمُطَّوِّعِيۡنَ مِنَ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ فِى الصَّدَقٰتِ وَالَّذِيۡنَ لَا يَجِدُوۡنَ اِلَّا جُهۡدَهُمۡ فَيَسۡخَرُوۡنَ مِنۡهُمۡؕ سَخِرَ اللّٰهُ مِنۡهُمۡ
وَلَهُمۡ عَذَابٌ اَلِيۡمٌ‏

Artinya:

“(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya punya (untuk disedekahkan) sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih”. [QS. At Taubah: 79].

Dalam Surah At Taubah ayat 79 Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan kepada hamba-Nya untuk melakukan sedekah dengan ikhlas tanpa mengharap imbalan. Selain itu, setiap muslim hendaknya tetap bersedekahlah tanpa menghiraukan ucapan buruk dari orang-orang munafik.

2. Al Hadid 18: Sedekah Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda

اِنَّ الۡمُصَّدِّقِيۡنَ وَالۡمُصَّدِّقٰتِ وَاَقۡرَضُوا اللّٰهَ قَرۡضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمۡ وَلَهُمۡ اَجۡرٌ كَرِيۡمٌ‏

Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia”. [QS. Al Hadid: 18]

Bagi hamba yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya serta menjalankan semua perintah-Nya maka orang-orang itu adalah orang pecinta kebenaran dengan hati tulus. Karena hal itu orang-orang tersebut berhak mendapatkan pahala dan kebaikan berlipat ganda.

3. At Taubah: Sedekah Membersihkan Jiwa

خُذۡ مِنۡ اَمۡوَالِهِمۡ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمۡ وَتُزَكِّيۡهِمۡ بِهَا وَصَلِّ عَلَيۡهِمۡ​ؕ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمۡ​ؕ وَاللّٰهُ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ‏

Artinya:

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui”. [QS. At Taubah: 103]

sedekah yang diberikan akan membersihkan jiwa. sumber: tirto.id
sedekah yang diberikan akan membersihkan jiwa. sumber: tirto.id

Berdasarkan ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan perintah kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mengambil zakat dari harta manusia (orang-orang kaya). Zakat yang diberikan kepada fakir miskin itu berguna untuk membersihkan jiwa dari perasaan kotor.

4. Al Baqarah 267: Harta Terbaik Adalah yang Disedekahkan

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَنۡفِقُوۡا مِنۡ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبۡتُمۡ وَمِمَّاۤ اَخۡرَجۡنَا لَـكُمۡ مِّنَ الۡاَرۡضِ وَلَا تَيَمَّمُوا الۡخَبِيۡثَ مِنۡهُ تُنۡفِقُوۡنَ وَلَسۡتُمۡ بِاٰخِذِيۡهِ اِلَّاۤ اَنۡ تُغۡمِضُوۡا فِيۡهِ​ؕ وَاعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ حَمِيۡدٌ‏

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji”. [QS. Al Baqarah: 267]

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa ketika ingin bersedekah maka berikanlah harta yang paling disayang dan terbaik, karena sebaik-baik harta adalah harta yang disedekahkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mengizinkan hamba-Nya bersedekah menggunakan harta yang didapatkan dengan cara buruk seperti mencuri dan merampok.

5. Sedekah Bisa Menahan Murka Allah

الصدقة تطفئ غضب الرب وتدفع ميتة السوء

Arti dari hadis ini adalah sedekah itu bisa menahan amarah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menolak seseorang agar tidak mati dalam keadaan su’ul khotimah (buruk). Jadi manfaat sedekah sangat banyak sekali karena tidak hanya memberikan perlindungan di dunia saja melainkan juga di akhirat kelak.

6. Sedekah Menjadi Penolong dan Membuka Pintu Rizki

ما مِنْ يومٍ يُصْبِحُ العِبادُ فيهِ إلا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ، فيقولُ أَحَدُهُمَا: اللهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، ويقولُ الآخَرُ: اللهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Artinya:

“Tidaklah para hamba memasuki waktu pagi hari, melainkan ada dua malaikat turun (ke bumi). Maka salah satu dari mereka berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti (yang baik) kepada orang yang bersedekah’. Sedang malaikat yang satunya lagi mengatakan, ‘Ya Allah, timpakanlah kehancuran pada orang yang menahan hartanya (kikir)”. [Muttafaq ‘alaih]

Sedekah nantinya akan menjadi penolong kelak di akhirat, yang bisa melindungi seseorang dari api neraka. Berbeda dengan orang yang pelit maka dirinya akan binasa sesuai dengan janji Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

sedekah akan membuka pintu rezeki lainnya. sumber: istockphoto.com
sedekah akan membuka pintu rezeki lainnya. sumber: istockphoto.com

Waktu Sedekah yang Paling Utama

Memang, sedekah bisa dilakukan kapan saja dan tidak terbatas waktu. Tidak hanya itu, sedekah juga tidak dibatasi macamnya. Seorang muslim bisa menyalurkan sedekah berupa bahan pokok, uang atau pun juga sedekah air. Namun, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan beberapa anjuran tentang waktu sedekah yang paling utama.

Adapun beberapa waktu sedekah yang utama adalah:

1. Saat Sehat

Salah satu waktu sedekah paling utama adalah saat dalam kondisi sehat. Ketika seseorang dalam kondisi sehat, ia akan mampu mengerjakan banyak hal bahkan berambisi untuk mengejar hal-hal yang sifatnya duniawi termasuk bekerja mencari nafkah.

Tak jarang orang yang tubuhnya sehat dan bersemangat atau berambisi untuk mencari nafkah dan hal-hal yang bersifat duniawi ini lantas membuatnya lalai untuk beribadah. Karena itu, waktu yang paling utama untuk mengeluarkan sedekah adalah di saat-saat seperti ini.

2. Di Waktu Subuh

Waktu utama sedekah yang selanjutnya adalah saat subuh. Tepat di waktu subuh, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan malaikat untuk membagikan rezeki. Ini adalah salah satu sebab kenapa waktu subuh menjadi menjadi waktu yang sangat baik untuk menyedekahkan sebagian harta.

Jika disimak, ada cukup banyak komunitas Islam yang memulai program waktu sedekah subuh. Tentu saja, ini adalah salah satu hal yang baik untuk menunjukkan kepedulian sesama muslim.

3. 10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Selanjutnya waktu sedekah paling utama adalah waktu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang suci dimana banyak umat muslim yang berangkat untuk beribadah haji. Di dalamnya pahala sedekah bisa berlipat ganda.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

Artinya:

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah). Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun”. [HR. Abu Daud, No. 2438]

4. Di Bulan Ramadhan

Selain bulan Dzulhijjah, bulan Ramadhan juga adalah bulan yang merupakan waktu sedekah paling utama. Bagaimana tidak, di bulan suci Ramadhan Allah menjanjikan semua amal ibadah pahalanya dilipat gandakan, termasuk sedekah.

ramadhan, salah satu waktu terbaik bersedekah. sumber: istockphoto.com
ramadhan, salah satu waktu terbaik bersedekah. sumber: istockphoto.com

Bahkan, setiap hari di bulan Ramadhan adalah hari yang baik untuk bersedekah. Oleh karenanya, setiap muslim sangat dianjurkan untuk memanfaatkan waktu Ramadhan sebaik mungkin.

Bersedekah Untuk Mendapatkan Ridha Allah Bersama LAZISKHU

Laziskhu menyediakan layanan sedekah dan bayar zakat online untuk menyalurkan kepedulian Anda pada setiap muslim yang memerlukan. Dengan layanan berbasis online, Anda bisa bersedekah kapan saja dan di mana saja tanpa batasan ruang dan waktu.

Tentu saja, dana sedekah yang kami terima akan dikelola secara profesional dan sesuai hukum syariat. Nantinya, dana yang ada akan dikonversikan ke dalam bentuk sedekah yang paling baik sesuai kebutuhan para penerima.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memudahkan kita untuk bersedekah di jalan-Nya. Aamiin.